Header Ads

ads header

Breaking News

MENGHIDARI AKHLAK TERCELA (Ujub, Sombong)

 


Pertemuan keempat

Tujuan Pembelajaran :

1.     Menjelaskan pengertian Ujub, Sombong

2.     Menguraikan bentuk dan contoh  perilaku tercela Ujub, Sombong

3.     Menguraikan akibat/Dampak negatif perilaku tercela : Ujub, Sombong

4.     Menyimpulkan Cara menghindari perilaku tercela : Ujub, Sombong

 

C.      Ujub

1.     Pengertian Ujub

Ujub berasal dari kata ajaba yang artinya kagum, terheran-heran, takjub. Al-I’jabu bin-Nafs  berarti kagum pada diri sendiri. Yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Secara istilah dapat kita pahami bahwa ’ujub yaitu merasa diri lebih tinggi dari orang lain, baik keturunan, kekayaan, kepandaian, kecantikan dan sebainya.

Imam Al-Ghozaly menuturkan, “Perasaan ’ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaan kepada Allah.” Memang setiap orang mempunyai kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain, tetapi milik siapakah semua kelebihan itu? Allah berfirman :

b.      لِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا فِيهِنَّۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرُۢ ١٢٠

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Maidah : 120)

Dengan demikian hakikat ujub adalah membanggakan diri atas kenikmatan yang ia dapati dengan melupakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah.

Dalil Naqli Q.S An-Nahl ayat 23

“Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”.

Rasulullah Saw. bersabda :

ثَلاَ ثٌ مُهْلِكَاتٍ شُحٌ مُطَاعٌ وَهُوًى مُتَبَعٌ وَاِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِه

Tiga perkara yang membawa kepada kehancuran: pelit, mengikuti hawa nafsu, dan suka membanggakan diri. “(HR. ath-Thabari, hadits Hasan).

 

2.     Faktor Penyebab Ujub

a.    Banyak dipuji orang. Pujian seseorang kepada orang lain akan menimbulkan perasaan ujub pada diri sendiri. Dengan pujian itu dia akan merasa bangga pada dirinya yang punya kelebihan.

b.    Banyak meraih kesuksesan.  Akan dihinggapi sikap ujubdala hatinya, karena merasa bisa meliwati orang lain disekitarnya

c.     Memiliki Kekuasaan. Menjadi penguasa membuat orang mengagumi dan menyanjung dirinya

d.    Memiliki kesempurnaan fisik. Seperti : suara yang bagus, postur yang kren, wajah yang cantik dapat menimbulkan sikap ujub, dan ia akan lupa bahwa semua itu nikmat dari Allah Swt.


3.     Akibat  Negatif  ujub

a.    Menghilangkan pahala dalam kehidupan akhirat

 “ Negeri  akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Kesudahan yang baik yakni surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa” (Q.s Al-Qasas: 83)

b.    Tidak akan masuk surga

“Rasulullah Saw bersabda: “tidak akan masuk neraka orang yang terdapat keimanan walaupun hanya seberat biji sawi, dan tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat sifat takabur walau hanya seberat biji sawi.” (H.R Muslim)

c.     Ujub akan membawa ke arah kesombongan (kibar)

d.    Meremehkan dosa dihadapan Allah, karena merasa ibadahnya sudah sempurna.

e.    Melupakan nikmat itu pemberian dari Allah karena merasa bahwa keberhasilannya adalah  hasil usahanya sendiri bukan pemberian Allah

f.      Enggan menerima nasehat orang lain karena menganggap orang lain lebih bodoh.


4.     Cara Menghindari ujub

a.       Selalu mengingat akan hakikat diri. Nyawa yang ada dalam tubuhnya semata-mata anugerah dari Allah. Andaikata Allah tiba-tiba mengambilnya, maka badannya tidak ada harganya sama sekali.

b.      Sadar akan hakikat dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat menanam amal shaleh untuk kebahagiaan di akhirat.

c.       Menyadari bahwa sesungguhnya nikmat itu pemberian dari Allah, bukan semata-mata hasil usahanya. Ilmu, harta, kesehatan semua itu hanyalah titipan dari Allah

d.      Selalu ingat akan kematian dan kehidupan setelah mati

e.       Melatih diri untuk menghargai orang lain dan rendah hati

 

D.       Takabbur/Sombong

1.     Pengertian Sombong

Sombong (takabur) artinya adalah membanggakan diri sendiri.  Orang yang Sombong selalu membanggakan dirinya sehingga lupa bahwa semua yang di miliki hanyalah  karunia Allah swt.  dan orang sombong menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim).

Sifat sombong sebenarnya hampir sama dengan ‘Ujub. Ujub menganggap kelebihan yang ada pada dirinya adalah usahanya sendiri sementara sifat sombong  menganggap dirinya lebih mampu dan meremehkan orang lain. perbedaan antara ujub dengan sombong. Adapun Ujub tidak memerlukan orang lain, sedangkan sombong membutuhkan orang lain sebagai pembandingnya.

Dalil sifat sombong

Islam melarang dan mencela sikap sombong. Allah berfirman:

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ ١٨

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.(Luqman : 18).

Artinya: “maka masukilah pintu-pintu neraka jahannam, kamu kekal didalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang yang menyombongkan diri”. 

 

2.     Contoh sifat  Sombong

Sombong ada 2 macam, yaitu sombong lahir dan batin. Sombong lahir adalah perbuatan sombong yang dilakukan oleh anggota badan dan jelas terlihat. Sombong batin adalah sombong yang ada dalam jiwa atau hati dan tidah terlihat

Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin dalam bukunya, ”Halal Haram dalam Islam”, mencontohkan beberapa sikap sombong, diantaranya membantah guru, memperpanjang pembicaraan, serta menunjukkan adab buruk kepadanya.  Memuji diri sendiri sebagai orang terbaik dan  suka meremehkan orang lain. Sombong itu merupakan anak dari ujub, akar dari sombong itu adalah ujub. Jadi, ujub itu melahirkan sombong.

a.       Memuji diri sendiri sebagai orang yang terbaik

b.      Merendahkan dan suka meremehkan orang lain

c.       Suka mencela dan membesar-besarkan kesalahan orang lain


3.     Akibat  Negatif  Sombong

1.    Sifat tercela yang sangat di benci Allah Swt

“sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri”. (Q.S An.Nisa/4 : 36)

2.    Dibenci dan dijauhkan orang karena keangkuhan (Q.S Lukman/31 : 18)

3.    Tidak mensyukuri nikmat Allah Swt (Q.S Al-Isra’/17: 83)

4.    Akan dimasukkan ke neraka. (Q.S An-Nahl/16 : 29)

5.    Sulit menerima kebenaran


4.     Cara Menghindari Perilaku Sombong

1.    Menyadari akibat yang  menimpa pada orang sombong

2.    Membiasakan diri dengan perilaku kerja

3.    Memperbanyak dzikir kepada Allah Swt.

4.    Meningkatkan ibadah kepada Allah

5.    Meningkatan keimanan dan ketakwaan

6.    Mengganti dengan berperilaku tawadu’

7.    Selalu mengingat kematian

8.    Mensyukuri nikmat


 

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

Nama Kelompok        :

Kelas                           :

    Tahapan

      Kegiatan Peserta didik / Pertanyaan

Catatan hasil kegiatan

    Stimulus

 

Peserta didik mengamati gambar di web terkait materi Akhlak tercela

 

 

    Identifikasi 

    Masalah

1.   Jelaskan pengertian perilaku Ujub, sombong  !

2.   Kemukakan satu contoh perilaku dan Ujub, sombong  !

3.   Uraikan akibat negatif  dari perilaku Ujub, sombong   !

4.   Uraikan   Cara menghindari perilaku Ujub, sombong  !

 

 

 

 

 

Mengumpulkan informasi

Kumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait dengan materi Menghindari Akhlak Tercela

 

Mengolah Informasi

Catat dan klasifikasikan informasi yang diperoleh untuk kemudian dijadikan dasar menjawab persoalan

 

Verifikasi dan presentasi hasil

Lakukan verifikasi hasil olah data, pastikan temuan kalian sudah benar dan kemudian presentasikan

 

Generalisasi

Buatlah kesimpulan dari hasil kajian kelompok kalian

 






























Tidak ada komentar