Header Ads

ads header

Breaking News

BAB VI AKHLAK PERGAULAN REMAJA


Pertemuan Pertama


Indikator dan Tujuan Pembelajaran : Setelah siswa mempelajari materi ini diharapkan dapat

1.       1. Menjelaskan pengertian Remaja

2.       2. Mendeskripsikan pentingnya akhlak pergaulan remaja.

3.       3. Mendeskripsikan bentuk-bentuk akhlak terpuji pergaulan remaja

4.       4. Menjelaskan dampak positif Akhlak terpuji pergaulan remaja

5. Menyimpulkan upaya membiasakan akhlak terpuji pergaulan remaja

Usia remaja adalah usia yang sangat strategis dalam memupuk segenap potensi yang dimiliki. Ketika remaja mampu memanfaatkan usianya itu dengan banyak belajar, menggali ilmu pengetahuan dan mengasah ketrampilan, maka hal itu akan sangat bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya bahkan bangsa dan negaranya. Namun sebaliknya, jika remaja tidak mampu memanfaatkan usianya itu dengan baik, maka yang akan terjadi justru bisa sebaliknya. Oleh karena itu, kajian tentang akhlak pergaulan remaja menjadi sangat penting, mengingat begitu strategisnya usia remaja bagi diri, remaja itu sendiri dan masyarakat serta masa depan bangsanya.

Al-Qur’an Surat al-ashr ayat 1-3 :


                                

Konsep

A.   Pengertian  Remaja

Remaja adalah kelompok dari manusia yang baru tumbuh dari masa kanak-kanak kemasa dewasa, yaitu antara usia 13-19 tahun.  Sebelum masa remaja , seorang anak akan melewati masa peralihan (adolesen) yaitu antara usia 9- 13 tahun, yang dikenal sebagai masa pubertas. Dalam masa ini seorang anak memiliki dorongan kuat untuk mengaktualisasikan diri menurut jenis kelamin untuk mendapatkan pengakuan sebagai penegasan identitas diri baik dari segi fisik maupun biologis. Masa remaja adalah masa yang labil bagi anak.

Dalam usianya yang labil, remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan yang baik, yang dapat menciptakan kondisi nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya.  Jika remaja tumbuh dalam lingkungan yang mendorong terciptanya perilaku amoral tentu akan merusak masa depannya dan akan mengalami kegagalan.

 

B.   Perilaku terpuji dalam pergaulan remaja

 1. Bentuk Akhlak Terpuji pergaulan remaja

a.     Persaudaraan (ukhuwah)

Setiap muslim dengan muslim lainya adalah saudara dengan segala hak dan kewajiban yang melekat pada masing-masing pribadi.

Dalam kaitanya dengan remaja, salah satu masalah yang sering menjadi masalah adalah pola pergaulan. Islam memberi petunjuk bahwa antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa.

Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut :

1)   Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya.

2)   Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik.

b.    Mengembangkan wawasan keilmuan

Beberapa remaja sudah terlihat kehebatan intelektualitas mereka dalam berbagai bidang pemikiran dan perasaan sehingga mampu melahirkan karya-karya bermutu dalam bidang seni, sains, dan teknologi. Diantara bentuk pengembangan wawasan keilmuan bagi remaja adalah giat dan disiplin dalam belajar baik secara indifidu maupun dalam kelompok belajar (study club).

c.     Mengembangkan sikap saling Menghormati dan menghargai (tasamuh)

Tasamuh (toleransi) adalah rasa tenggang rasa atau sikap menghargai dan menghormati terhadap sesama, baik terhadap sesama muslim maupun dengan non muslim. Sikap tasamuh juga berarti sikap toleran yaitu tidak mementingkan diri sendiri dan juga tidak memaksakan kehendak. Salah satu nilai yang terkandung dalam tasamuh adalah menghormati dan menghargai perbedaan dengan segala kelebihan dan kelemahan masing-masing indifidu untuk mencari titik temu dalam persamaan dalam batas-batas tertentu.

d.    Bijak dalam menggunakan media sosial

Media sosial merupakan media untuk bersosialisasi satu sama lain yang dilakukan dengan online yang memungkinkan manusia saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Pemanfaatan media sosial yang tepat, akan sangat berguna bagi perkembangan peradaban manusia, tetapi apabila disalahgunakan maka akan sangat membahayakan tata kehidupan sosial yang berakibat pada rusaknya nilai-nilai persatuan (ukhuwah), bahkan membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara

 

    2.  Nilai positif perilaku terpuji dalam pergaulan remaja

a.     Membentuk pribadi yang  berakhlak mulia

b.  Menumbuhkan sikap arif dan bijaksana

b.    Menumbuhkan sikap disiplin diri

c.     Menumbuhkan sikap mandiri

d.    Menumbuhkan sikap tanggungjawab

 

    3. Membiasakan perilaku terpuji dalam pergaulan remaja

a.     Tingkatkan Ketaqwaan kepada Allah Swt

b.     Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat

c.    Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda

d.  Bersikap santun dan tidak sombong

e.    Mengajak untuk berbuat kebaikan

f.  Menutup Aurat



Pertemuan kedua


Akhlak Tercela Pergaulan Remaja


Indikator dan Tujuan Pembelajaran : Setelah siswa mempelajari materi ini diharapkan dapat

1.       Mendeskripsikan bentuk-bentuk akhlak tercela  pergaulan remaja

2.       Menjelaskan dampak negatif Akhlak tercela pergaulan remaja

    3.    Menyimpulkan upaya menghindari  akhlak tercela  pergaulan remaja



C.     Akhlak Tercela Pergaulan Remaja

        Perilaku tercela remaja mengambil bentuk dengan apa yang kemudian disitilahkan dengan         kenakalan remaja. Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.

1.         Bentuk Akhlak Tercela Pergaulan Remaja

a.     Pergaulan bebas (free sex)

Dalam lingkungan masyarakat yang bernorma, hubungan seksual sebelum atau di luar nikah tidak dapat dibenarkan, khususnya norma agama, sosial maupun moral dan dianggap sebagai bentuk penyimpangan perilaku dalam kehidupan masyarakat.

b.    Tawuran antar pelajar

    Masalah kenakalan remaja sering menimbulkan kecemasan sosial karena dapat menimbulkan kemungkinan generasi yang tidak baik, sebab anak yang diharapkan sebagai kader penerus bangsa tergelincir ke arah perilaku yang negatif. Perbuatan-perbuatan kenakalan anak itu diantaranya dapat berupa perkelahian atau tawuran.

c.     Mengkonsumsi minuman keras

Alkohol dapat disebut sebagai racun protoplasmik yang mempunyai efek depresen pada sistem syaraf, sehingga orang yang mengkonsumsi minuman alkohol secara berlebihan akan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan diri, baik secara fisik, psikologis maupun sosial. Hal inilah yang menyebabkan seorang pemabuk sering melakukan keonaran atau keributan bahkan perkelahian hingga pembunuhan karena tidak dapat berfikir secara normal akibat pengaruh alkohol.

d.    Penyalahgunaan narkoba

Penyalahgunaan narkotik dapat disebut penyimpangan perilaku karena melanggar norma hukum yang berlaku di masyarakat. Penggunaan obat-obatan jenis narkotik telah diatur dalam seperangkat peraturan yang sifatnya formal. Oleh sebab itu, penggunaan narkotik hanya dianggap sah apabila digunakan untuk kepentingan medis (pengobatan) di bawah pengawasan ketat pihak berwenang seperti dokter.

 

2.         Nilai negatif perilaku tercela dalam pergaulan remaja

a.     Bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama

b.    Hilangnya budaya malu. Hadirnya kecanggihan teknologi dan informasi membawa dampak positif dan negatif secara bersamaan. Hal ini menyebabkan pergeseran nilai budaya suatu masyarakat, diantaranya adalah hilangnya budaya malu.

c. Menimbulkan masalah kesehatan. Dampak pemakaian narkoba sangatlah luar biasa. Berbagai masalah multidimensi pun bermunculan, mulai bidang kesehatan, sosial, kriminal, hingga ekonomi. Di sektor kesehatan, misalnya, beberapa penyakit seperti hepatitis dan HIV/AIDS merupakan buah dari penyalahgunaan narkoba.


3.         Cara Menghindari perilaku tercela dalam pergaulan remaja

a.    Meningkatkan kadar iman dan amal sholeh

b.    Meningkatkan kualitas ahlak dan etika bergaul

c.  Memilih Lingkungan pertemanan yang positif

d.  Memperbaiki Komunikasi dengan keluarga

e. Membatasi pengaruh media sosial

f. Mengatur waktu dengan baik








Tidak ada komentar