Header Ads

ads header

Breaking News

BAB VII MENGHINDARI AKHLAK TERCELA





 Tujuan pembelajaran

1.       Menjelaskan pengertian isrāf, tabżīr

2.       Mengidentifikasi bentuk-bentuk akhlak tercela: isrāf, tabżīr

3.       Mengemukakan dasar larangan dari perilaku isrāf, tabżīr

4.       Menjelaskan dampak negatif akhlak tercela: isrāf, tabżīr .

5.       Mengkritisi cara menghindari akhlak tercela: isrāf, tabżīr.

            Fenomena hidup boros (tabzir) dan berlebih-lebihan (israf) menjadi pemandangan sebagian masyarakat kita. Kecenderungan seperti ini terutama terjadi di perkotaan. Gaya hidup seperti ini mengakibatkan kurangnya kepekaan kepada masyarakat yang kurang beruntung. Kepedulian kepada sesama akan sangat rendah. Orang yang suka berbuat israf dan tabzir memiliki kecenderungan untuk bersifat bakhil. Oleh karena itu, pemahaman tentang israf, tabzir dan bakhil diharapkan mampu memberikan pelajaran bahwa ketiga hal itu adalah termasuk akhlak tercela yang harus dihindari. Dengan menghindarinya tentu diharapkan akan muncul sikap hidup sederhana, mau berbagi dan memiliki kepedulian kepada sesama, terutama kepada orang-orang yang tidak mampu.

A.   Isyraf

1.         Pengertian Israf    

            Kata israf berasal dari bahasa Arab asrofa-yusrifu-isroofan berarti bersuka ria sampai melewati bbatas (berlebihan). Secara istilah, suatu tindakan yang dilakukan seseorang di luar kewajaran atau kkepatutan. Isrāf juga dapat berarti menggunakan harta untuk sesuatu yang benar namun melebihi batas yyang dibenarkan, misalnya makan atau minum secara berlebihan.


2.         Dasar laranag Israf

F            Fiirman Allah Swt  QS Al'ArAf : 31

     Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan        janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” 
(QS. Al A’raaf [7]: 31)

h       Hadits Rasulullah :


   Artinya: “Makan dan minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa bersikap berlebihan dan sombong.(HR. An-Nasa’i)

Al-Qur’an maupun hadiś di atas menjelaskan secara tegas larangan makan dan minum, berpakaian dan bersedekah secara berlebihan. Sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul, di dalamnya pasti ada madharatnya bagi manusia. Oleh karena ituIslam menganjurkan hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan.

 

3.      Contoh Perilaku Isrāf

 - Isrāf dalam makan dan minum, misalnya mengkonsumsi makanan melebihi nutrisi yang dibutuhkan tubuh

 -   Isrāf dalam berpakaian, misalnya memakai pakaian dengan mode pakaian yang justru tidak sesuai dengan syari’a.

 - Isrāf dalam penggunaan air, misalnya mencuci pakaian dengan menggunakan air yang berlebihan atau membiarkan kran air terbuka sehingga air terbuang percuma.

 -  Isrāf dalam penggunaan listrik, misalnya tidak mematikan lampu setelah selesai dipakai

  -Israf dalam penggunaan alat komunikasi, misalnya mengobrol dengan ponsel berlama-lama, main game

f.        Isrāf dalam ibadah, misalnya melaksanakan salat lail semalam suntuk sehingga ketiduran dan tidak melaksanakan salat subuh.

g.       Berlebih-lebihan dalam segala perbuatan mubah sehingga mengalahkan yang sunnah dan yang wajib

 

4.       Dampak  Perilaku Israf

Perbuatan melampaui batas atau berlebihan ini mengakibatkan amal ibadah Seseorang terhenti dan tidak sabar karena manusia mempunyai sifat tabiat cepat bosan dan terbatas kemampuannya. Dengan sendirinya sikap sabar akan mampu melawan perbuatan berlebih-lebihan atau melampaui batas ini.

Diantara dampak yang ditimbulakan akibat dari perbuatan israf, yaitu :

Ø  Dibenci oleh Allah

Ø  Menjadi sahabat setan

Ø  Menjadi orang yang akan tercela dan menyesal

Ø  Menjadi orang yang tersesat

 

5.       Cara Menghindari Perilaku Israf

Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa terus-menerus, melarang membujang bagi yang mampu menikah, atau melarang meninggalkan makan daging. Jadi, orang yang beribadah dengan tidak mengetahui sebagian besar dari hal itu, ia dapat dimaafkan dan diberi pahala. Adapun amal yang paling disukai Allah adalah amal yang dikerjakan terus-menerus (istiqamah) menurut syara’ meskipun sedikit.

Adapun Cara menghindari Perbuatan Israaf :

Ø  Mengingat bahwa sikap berlebihan adalah perbuatan setan / mendapat dosa.

Ø  Menghindari pergaulan dengan orang yang suka gaya hidup berlebihan.  

Ø  Biasakan hidup hemat dan sederhana sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Ø  Berkunjung ke yayasan anak yatim atau kaum tidak mampu.

 

A.   Tabdzir

1.    Pengertian Tabdzir

Kata tabzir berarti menggunakan/ membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu. Menurut KBBI, boros diartikan berlebih-lebihan atau menghambur-hamburkan dalam pemakaian uang ataupun barang. Secara istilah, boros sebagai perbuatan yang dilakukan dengan cara menghambur-hamburkan uang atupun barang karena kesenangan ataupun kebiasaan.


Dasar larangan Tabdzir



 “ dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

“ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al Isra’ [17]: 26-27)


Bentuk / contoh Perbuatan Tabdzir

Ø  Memberikan bantuan untuk orang lain didalam tindakan maksiat (misalkan memeberikan uang untuk orang yang meminum-minuman keras

Ø  Mengkonsumsi makanan atau minuman yang sama sekali tidak memiliki manfaat dan justru memberikan efek samping pada jiwa dan juga raga ( meminum miras, narkoba, rokok dll)

Ø  Memberikan Sedekah namun tidak ikhlas didalam hatinya

Ø  Merayakan hari raya secara berlebih-lebihan ( membeli semua makanan dan minuman, baju dan lainnya secara berlebihan)

Ø  Merayakan pesta pernikahan dengan berlebihan tidak sesuai dengan syari'at

 

2.       Bahaya Perilaku Tabdzir

Sikap orang yang mendambakan kemewahan dunia semata sebagai tabiat buruk yang harus ditinggalkan karena Allah memberikan pelajaran bahwa Qarun dengan harta kekayaannya telah dibenamkan ke dalam bumi. Ternyata harta yang tidak diridai Allah tidak memperoleh manfaat apa-apa.

Berikut beberapa akibat yang dapat ditimbulkan dari perbuatan tabzir, yaitu :

Ø  Mendapat murka Allah

Ø  Mendapat siksa yang teramat pedih oleh Allah

Ø  Mendapat kesengsaraan dunia dan akhirat

Ø  Mendapat cacian dari orang lain

 

3.       Menghindari Perilaku Tabdzir

Islam menganjurkan hidup sederhana dan tidak boleh sombong dengan menzalimi diri sendiri ataupun orang lain, karena perilaku zalim akan berakibat menyengsarakan diri sendiri ataupun orang lain. Hidup sederhana bukan berarti harus melarat, tetapi hidup yang sederhana sebatas mencukupi kebutuhan yang diperlukan tanpa berlebih-lebihan.


Adapun cara untuk menghindari perilaku tabzir ini, yaitu:

Ø  Membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhan.

Ø  Memperbanyak megingat Allah dari pada kemewahan dunia denagn membaca Al-Qur’an dan berdzikir.

Ø  Memperbanyak bersedekah dan membantu orang yang lebih membutuhkan.

Ø  Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

Ø  Membiasakan diri untuk hidup sederhana sehingga hati akan merasa nyaman dan tentram.

Selalu melihat kondisi ekonomi orang lain sehingga dapat menimbulkan sikap hati-hati dalam memebelanjakan uang agar tidak terjerumus kedalam lembah kesengsaraan. 






Tidak ada komentar