BAB VII MENGHINDARI AKHLAK TERCELA
Tujuan pembelajaran
1. Menjelaskan pengertian isrāf, tabżīr
2. Mengidentifikasi
bentuk-bentuk akhlak tercela: isrāf, tabżīr
3. Mengemukakan dasar larangan
dari perilaku isrāf, tabżīr
4. Menjelaskan dampak negatif
akhlak tercela: isrāf, tabżīr .
5.
Mengkritisi
cara menghindari akhlak tercela: isrāf, tabżīr.
A.
Isyraf
1.
Pengertian Israf
Kata israf berasal dari
bahasa Arab asrofa-yusrifu-isroofan berarti bersuka ria sampai
melewati bbatas (berlebihan). Secara
istilah, suatu
tindakan yang dilakukan seseorang di luar kewajaran atau kkepatutan. Isrāf juga dapat berarti menggunakan
harta untuk sesuatu yang benar namun melebihi batas yyang dibenarkan,
misalnya makan atau minum secara berlebihan.
2.
Dasar laranag
Israf
Al-Qur’an maupun hadiś di
atas menjelaskan secara tegas larangan makan dan minum,
berpakaian dan bersedekah secara berlebihan. Sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul, di dalamnya pasti ada madharatnya bagi
manusia. Oleh karena ituIslam menganjurkan hidup sederhana dan tidak
berlebih-lebihan.
3. Contoh
Perilaku Isrāf
- Isrāf dalam makan dan minum, misalnya mengkonsumsi makanan melebihi nutrisi yang dibutuhkan tubuh
- Isrāf dalam berpakaian, misalnya memakai pakaian dengan mode pakaian yang justru tidak sesuai dengan syari’a.
- Isrāf dalam
penggunaan air, misalnya mencuci pakaian dengan menggunakan air yang berlebihan
atau membiarkan kran air terbuka sehingga air terbuang percuma.
- Isrāf dalam
penggunaan listrik, misalnya tidak mematikan lampu setelah selesai dipakai
-Israf dalam penggunaan alat komunikasi, misalnya mengobrol dengan ponsel
berlama-lama, main game
f.
Isrāf dalam ibadah,
misalnya melaksanakan salat lail semalam suntuk sehingga ketiduran dan
tidak melaksanakan salat subuh.
g.
Berlebih-lebihan dalam segala perbuatan mubah sehingga mengalahkan
yang sunnah dan yang wajib
4. Dampak Perilaku Israf
Perbuatan melampaui
batas atau berlebihan ini mengakibatkan amal ibadah Seseorang terhenti dan
tidak sabar karena manusia mempunyai sifat tabiat cepat bosan dan terbatas
kemampuannya. Dengan sendirinya sikap sabar akan mampu melawan perbuatan berlebih-lebihan atau melampaui batas ini.
Diantara dampak yang
ditimbulakan akibat dari perbuatan israf, yaitu :
Ø
Dibenci oleh Allah
Ø
Menjadi sahabat setan
Ø
Menjadi orang yang akan tercela dan menyesal
Ø
Menjadi orang yang tersesat
5. Cara Menghindari Perilaku Israf
Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa terus-menerus, melarang
membujang bagi yang mampu menikah, atau melarang meninggalkan makan daging.
Jadi, orang yang beribadah dengan tidak mengetahui sebagian besar dari hal itu,
ia dapat dimaafkan dan diberi pahala. Adapun amal yang paling disukai Allah
adalah amal yang dikerjakan terus-menerus (istiqamah) menurut syara’ meskipun
sedikit.
Adapun Cara
menghindari Perbuatan Israaf :
Ø
Mengingat bahwa sikap
berlebihan adalah perbuatan setan / mendapat dosa.
Ø
Menghindari pergaulan dengan
orang yang suka gaya hidup berlebihan.
Ø
Biasakan hidup hemat dan
sederhana sesuai kebutuhan bukan keinginan.
Ø
Berkunjung ke yayasan anak
yatim atau kaum tidak mampu.
A. Tabdzir
1. Pengertian Tabdzir
Kata tabzir berarti menggunakan/
membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu. Menurut
KBBI, boros diartikan berlebih-lebihan atau menghambur-hamburkan dalam
pemakaian uang ataupun barang. Secara istilah, boros sebagai perbuatan yang dilakukan dengan cara
menghambur-hamburkan uang atupun barang karena kesenangan ataupun kebiasaan.
Dasar larangan Tabdzir
“ dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang
dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara
boros.
“ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan
dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al Isra’
[17]: 26-27)
Bentuk / contoh
Perbuatan Tabdzir
Ø
Memberikan bantuan untuk orang lain didalam tindakan maksiat
(misalkan memeberikan uang untuk orang yang meminum-minuman keras
Ø
Mengkonsumsi makanan atau minuman yang sama sekali tidak memiliki
manfaat dan justru memberikan efek samping pada jiwa dan juga raga ( meminum
miras, narkoba, rokok dll)
Ø
Memberikan Sedekah namun tidak ikhlas didalam hatinya
Ø
Merayakan hari raya secara berlebih-lebihan ( membeli semua
makanan dan minuman, baju dan lainnya secara berlebihan)
Ø
Merayakan pesta pernikahan dengan berlebihan tidak sesuai dengan
syari'at
2. Bahaya Perilaku Tabdzir
Sikap orang yang mendambakan kemewahan dunia
semata sebagai tabiat buruk yang harus ditinggalkan karena Allah memberikan
pelajaran bahwa Qarun dengan harta kekayaannya telah dibenamkan ke dalam bumi.
Ternyata harta yang tidak diridai Allah tidak memperoleh manfaat apa-apa.
Berikut
beberapa akibat yang dapat ditimbulkan dari perbuatan tabzir, yaitu :
Ø
Mendapat murka Allah
Ø
Mendapat siksa yang teramat pedih oleh Allah
Ø
Mendapat kesengsaraan dunia dan akhirat
Ø
Mendapat cacian dari orang lain
3. Menghindari Perilaku Tabdzir
Islam menganjurkan hidup
sederhana dan tidak boleh sombong dengan menzalimi diri sendiri ataupun orang
lain, karena perilaku zalim akan berakibat menyengsarakan diri sendiri ataupun
orang lain. Hidup sederhana
bukan berarti harus melarat, tetapi hidup yang sederhana sebatas mencukupi
kebutuhan yang diperlukan tanpa berlebih-lebihan.
Adapun cara untuk menghindari perilaku tabzir ini, yaitu:
Ø
Membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhan.
Ø
Memperbanyak megingat Allah dari pada kemewahan dunia denagn
membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
Ø
Memperbanyak bersedekah dan membantu orang yang lebih membutuhkan.
Ø
Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.
Ø
Membiasakan diri untuk hidup sederhana sehingga hati akan merasa
nyaman dan tentram.
Selalu melihat kondisi ekonomi orang lain sehingga dapat menimbulkan sikap hati-hati dalam memebelanjakan uang agar tidak terjerumus kedalam lembah kesengsaraan.



Tidak ada komentar